Senin, 07 Maret 2011

masjid tertua di desa pulau payung

memang belum ada penelitian yang dapat mengungkap abad dan tahun berdirinya masjid adat ini.Dari cerita rakyat di kenegrian Rumbio, masjid ini sudah ada semenjak awal perkembangan agama islam di daerah ini.Konon kabar nya pada saat berdirinya, masjid ini menjadi  satu-satu nya tempat pelaksanaan sholat jumaat dikenegrian rumbio khyusus nya dan lima koto umum nya.
Menurut cerita orang-orang tua dahulu, pedagang(saudagar) dari daerah lain yang datangt ke rumbio untuk berdagang pada hari kamis (hari pasar rumbio) tidak langsung kembali kedaerah nya pada hari tersebut.Mereka masih tetap berada di kenegrian rumbio untuk dapat melaksanakan  sholat jumaat di tempat ini. Baru setelah sholat jumaat selesai mereka menuju ke daerah nya masing-masing mempergunakan tranportasi perahu melalui sungai Kampar.
Kenegrian rumbio yang berada di pertengahan jalur dagang yang melaui sungai Kampar antara kuok dan teratak buluh , menjadi pasar yang cukup ramai pada saat itu. Potensi inilah yang mendorong penghulu adat waktu itu mempelopori pembangunan masjid ini. Disamping bangunan masjid sebagai tempat ibadah , di tempat ini juga terdapat Balai adat tempat kerapatan (musyawarah) para niniok mamak (kepala adat) . Karena kedua bangunan ini berdekatan, orang banyak menyebut nya masjid Balai , atau masjid adat karena pengurus pelaksanaan ibadah di masjid ini dilaksanakan oleh penghulu adat. Menurut Hasaan Basri Jamil (75 tahun) seorang tokoh pendidikan dan sejarawan kenegrian rumbio diberi nama masjid Jami’ yang artinya tempat sjolat berjamaah.
Seperti yang disebut kan didepan belum ada satupun penelitian yang mengungkap kan kapan masjid adat ini dibangun. Yang jelas pembangunannya dilaksanakan secara gotong royong yang digerakkan oleh penghulu adat waktu itu. Meskipun dikerjakan secara gotong royong< arsitektur bangunan, jumlah, ukuran tiang, anak tangga dan lain-laindari bagian masjid, memiliki nilai-nilai dan merupakan simbol-simbol adat serta agama yang dianut pada masa itu. Keseluruhan bahan masjid berasal dari kayu yang berkualitas tinggi ,termasuk atap nya yang terbuat dari kayu rangau , karna tidak ada atap seng pada saat itu.
Dari pertemuan pemuka masyarakat , you kampuong dan ninik mamak yang diinisiasi oleh yayasan Pelopor awal tahun 2008, disaat adanya rencana pembangunan kembali situs sejarah Masjid Adat ini oleh bpak M.S Kaban, para pemuka masyarakat , you kampuong dan ninik mamak berkesimpulan bahwa masjid adat ini sudah berdiri dan telah di pakai untuk ibadah semenjak abad ke-17.
Hal ini erat hubungan nya dengan tumbuhnya usaha pandai besi di daerah ini. Menurut sejarah yang dikutup dari cerita-ceruta rakyat, usaha pandai besi yang ada di desa Teratak sekarang, bermula dari inovasi (penemuan) alat-alat pertukangan yang diperlukan dalam pengolahan kayu untuk pembangunan masjid adat tersebut. Karena membutuhkan perkakas untuk mengolah kayu dalam pembangunan masjid, maka tumbuhlah usaha pandai besi yang sampai sekarang masih terdapat di kenegrian rumbio.
Pada saat penjajahan Belanda , masjid ini pernah dua kali dibakar oleh tentara Belanda. Meskipun waktu itu kondisinya sudah tua (lapuk) namun api tersebut tidak dapat hidup sebagai mana keinginan Belanda untuk menghanguskan  dan menghancurkan maswjid ini, yang pada saat itu berfungsi sebagai tempat penghimpun kekuatan melawan Belanda.
Namun awal-awal kemerdekaan , masjid yang mengandung banyak sejarah perkembangan Islam di kabupaten Kampar ini, sudah tidak efektip digunakan lagi, karena kondisinya yang banyak rusak . Akhirnya ditahun 1980 an kerangkanya dibongkar karena takut menimpa orang  yang memang ramai berada di sekitar koplek tersebut
Pada saat pekerjaan pembangunan kembali oleh tukang-tukang yang di datangkan oleh bapak  M.S kaban, kayu tiang puncak mesjid, tetap di ambilkan dari bekas kayu tiang tuo relativ masih bagus. Mukhtiarjo (52tahun) tukang asal banyumas jawa tengah yang memilih kayu tersebut, menemukan pahatan timbul angka tahun yg berada di kayu silang penyangga yg mehubungkan empat tiang tuo. Meskipun tidak utuh lagi, namun   masih jelas terbaca angka 1689. Namun waktu itu hal tersebut tidak begitu menjadi perhatianya dan dia terus melanjutkan pekerjaanya. Baru waktu istirahat dia baru memceritakan apa yg di lihatnya pada warga yg berada di sekitar bangunan. Setelah warga  berusaha mencari kayu tersebut sudah tidak di temukan lagi..

 

Sabtu, 05 Maret 2011


Bangunan tempat ibadah lainnya yang juga sudah banyak dikenal adalah Masjidil Haram di Mekah. Tempat ibadah ini dipandang sebagai tempat tersuci di bumi bagi umat Islam. Masjidil Haram juga merupakan mesjid terbesar di dunia. Struktur terkini dari bangunan ini mencakup 400.800 m2 dan dapat menampung hingga 6 juta umat pada musim Haji.

Adalah Gedung Parlemen di Bukares, Rumania, sebuah bangunan multi-fungsi yang menjadi tuan rumah bagi 2 dewan Parlemen Rumania. Bangunan ini merupakan gedung administratif terbesar dan termahal, juga merupakan bangunan yang memiliki massa paling berat menurut Buku Rekor Dunia Guinness. Dengan ukuran 270 m x 240 m, ketinggian 86 m di atas tanah dan 92 m di bawah tanah, bangunan ini dibangun sepenuhnya dengan material Rumania.

Gedung pemerintahan lainnya yang juga dikenal karena kemegahannya adalah Pentagon. Ya, nama tersebut mungkin terdengar familiar bagi Anda. Gedung Pentagon berfungsi sebagai gedung Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat di Arlington, Virginia. Dengan total area 610.000 m2, bangunan ini menjadi bangunan perkantoran terbesar di dunia berdasarkan area lantainya. Sebagai simbol militer Amerika Serikat, istilah Pentagon seringkali ditujukan untuk menyebut Departemen Pertahanan dan Keamanan sendiri dibandingkan untuk menyebut gedungnya. Pentagon memiliki area central plaza berbentuk pentagonal seluas 20.000 m2 di dalamnya dan sering dijuluki sebagai “ground zero”.